Showing posts with label Lowongan Kerja 2010. Show all posts
Showing posts with label Lowongan Kerja 2010. Show all posts

Monday, December 28, 2009

B O S A N

Seorang tua yang bijak ditanya oleh tamunya.

Tamu : "Sebenarnya apa itu perasaan 'bosan', Pak Tua?"

Pak Tua : "Bosan adalah keadaan di mana pikiran menginginkan perubahan, mendambakan sesuatu yang baru, dan menginginkan berhentinya rutinitas hidup dan keadaan yang monoton dari waktu ke waktu."

Tamu : "Kenapa kita merasa bosan?"

Pak Tua : "Karena kita tidak pernah merasa puas dengan apa yang kita miliki."

Tamu : "Bagaimana menghilangkan kebosanan?"

Pak Tua : "Hanya ada satu cara, nikmatilah kebosanan itu, maka kita pun akan terbebas darinya."

Tamu : "Bagaimana mungkin bisa menikmati kebosanan?"

Pak Tua: "Bertanyalah pada dirimu sendiri: mengapa kamu tidak pernah bosan makan nasi yang sama rasanya setiap hari?"

Tamu : "Karena kita makan nasi dengan lauk dan sayur yang berbeda, Pak Tua."

Pak Tua : "Benar sekali, anakku, tambahkan sesuatu yang baru dalam rutinitasmu maka kebosanan pun akan hilang."

Tamu: "Bagaimana menambahkan hal baru dalam rutinitas?"

Pak Tua : "Ubahlah caramu melakukan rutinitas itu. Kalau biasanya menulis sambil duduk, cobalah menulis sambil jongkok atau berbaring. Kalau biasanya membaca di kursi, cobalah membaca sambil berjalan-jalan atau meloncat-loncat. Kalau biasanya menelpon dengan tangan kanan, cobalah dengan tangan kiri atau dengan kaki kalau bisa. Dan seterusnya."

Lalu Tamu itu pun pergi.

Beberapa hari kemudian Tamu itu mengunjungi Pak Tua lagi.

Tamu : "Pak tua, saya sudah melakukan apa yang Anda sarankan, kenapa saya masih merasa bosan juga?"

Pak Tua : "Coba lakukan sesuatu yang bersifat kekanak-kanakan."

Tamu : "Contohnya? "

Pak Tua : "Mainkan permainan yang paling kamu senangi di waktu kecil dulu."

Lalu Tamu itu pun pergi.

Beberapa minggu kemudian, Tamu itu datang lagi ke rumah Pak Tua.

Tamu : "Pak tua, saya melakukan apa yang Anda sarankan. Di setiap waktu senggang saya bermain sepuas-puasnya semua permainan anak-anak yang saya senangi dulu. Dan keajaibanpun terjadi. Sampai sekarang saya tidak pernah merasa bosan lagi, meskipun di saat saya melakukan hal-hal yang dulu pernah saya anggap membosankan. Kenapa bisa demikian, Pak Tua?"

Sambil tersenyum Pak Tua berkata: "Karena segala sesuatu sebenarnya berasal dari pikiranmu sendiri, anakku. Kebosanan itu pun berasal dari pikiranmu yang berpikir tentang kebosanan. Saya menyuruhmu bermain seperti anak kecil agar pikiranmu menjadi ceria. Sekarang kamu tidak merasa bosan lagi karena pikiranmu tentang keceriaan berhasil mengalahkan pikiranmu tentang kebosanan. Segala sesuatu berasal dari pikiran. Berpikir bosan menyebabkan kau bosan. Berpikir ceria menjadikan kamu ceria."

Sumber : http://www.facebook.com/l/29b2f;Gemintang.com

Untuk bisa sukses kita harus punya kemauan keras. Untuk bisa sukses, kita harus mau berjuang. Sebagai langkah awal untuk sukses, bisa belajar di sini.


Salam Sukses
Amas Hariska Alif Permana
http://www.tinyurl.com/8o4hgb
http://www.aryasoutletmuslim.blogspot.com
http://www.anekajilbabdelima.blogspot.com
Tlp/fax. 6221 30149536
Hp/sms. 08562132288
GTalk ahap234jamil@gmail.com
YM resiabiyasa@yahoo.co.id
Bekasi Trade Center Lt.1 B9/6

Sebuah Koin Penyok

Alkisah, seorang lelaki keluar dari pekarangan rumahnya, berjalan tak tentu arah dengan rasa putus asa. Sudah cukup lama ia menganggur. Kondisi finansial keluarganya morat-marit. Sementara para tetangganya sibuk memenuhi rumah dengan barang-barang mewah, ia masih bergelut memikirkan cara memenuhi kebutuhan pokok keluarganya sandang dan pangan.

Anak-anaknya sudah lama tak dibelikan pakaian, istrinya sering marah-marah karena tak dapat membeli barang-barang rumah tangga yang layak. Laki-laki itu sudah tak tahan dengan kondisi ini, dan ia tidak yakin bahwa perjalanannya kali inipun akan membawa keberuntungan, yakni mendapatkan pekerjaan.

Ketika laki-laki itu tengah menyusuri jalanan sepi, tiba-tiba kakinya terantuk sesuatu. Karena merasa penasaran ia membungkuk dan mengambilnya.

“Uh, hanya sebuah koin kuno yang sudah penyok-penyok,” gerutunya kecewa. Meskipun begitu ia membawa koin itu ke sebuah bank.

“Sebaiknya koin in Bapak bawa saja ke kolektor uang kuno,” kata teller itu memberi saran. Lelaki itu pun mengikuti anjuran si Teller, membawa koinnya ke kolektor. Beruntung sekali, si Kolektor menghargai koin itu senilai 30 dollar.

Begitu senangnya, lelaki tersebut mulai memikirkan apa yang akan dia lakukan dengan rejeki nomplok ini. Ketika melewati sebuah toko perkakas, dilihatnya beberapa lembar kayu sedang diobral. Dia bisa membuatkan beberapa rak untuk istrinya karena istrinya pernah berkata mereka tak punya tempat untuk menyimpan jambangan dan stoples. Sesudah membeli kayu seharga 30 dollar, dia memanggul kayu tersebut dan beranjak pulang.

Di tengah perjalanan dia melewati bengkel seorang pembuat mebel. Mata pemilik bengkel sudah terlatih melihat kayu yang dipanggul lelaki itu.
Kayunya indah, warnanya bagus, dan mutunya terkenal. Kebetulan pada waktu itu ada pesanan mebel. Dia menawarkan uang sejumlah 100 dollar kepada lelaki itu. Terlihat ragu-ragu di mata laki-laki itu, namun pengrajin itu meyakinkannya dan dapat menawarkannya mebel yang sudah jadi agar dipilih lelaki itu. Kebetulan di sana ada lemari yang pasti disukai istrinya. Dia menukar kayu tersebut dan meminjam sebuah gerobak untuk membawa lemari itu. Dia pun segera membawanya pulang.

Di tengah perjalanan dia melewati perumahan baru. Seorang wanita yang sedang mendekorasi rumah barunya melongok keluar jendela dan melihat lelaki itu mendorong gerobak berisi lemari yang indah. Si wanita terpikat dan menawar dengan harga 200 dollar. Ketika lelaki itu nampak ragu-ragu, si wanita menaikkan tawarannya menjadi 250 dollar. Lelaki itupun setuju. Kemudian mengembalikan gerobak ke pengrajin dan beranjak pulang.

Di pintu desa dia berhenti sejenak dan ingin memastikan uang yang ia terima. Ia merogoh sakunya dan menghitung lembaran bernilai 250 dollar. Pada saat itu seorang perampok keluar dari semak-semak, mengacungkan belati, merampas uang itu, lalu kabur.

Istri si lelaki kebetulan melihat dan berlari mendekati suaminya seraya berkata, “Apa yang terjadi? Engkau baik saja kan? Apa yang diambil oleh perampok tadi?”

Lelaki itu mengangkat bahunya dan berkata, “Oh, bukan apa-apa. Hanya sebuah koin penyok yang kutemukan tadi pagi”.

Bila Kita sadar kita tak pernah memiliki apapun, kenapa harus tenggelam dalam kepedihan yang berlebihan?

adaptasi dari The Healing Stories karya GW Burns.

Untuk bisa sukses kita harus punya kemauan keras. Untuk bisa sukses, kita harus mau berjuang. Sebagai langkah awal untuk sukses, bisa belajar di sini.


Salam Sukses
Amas Hariska Alif Permana
http://www.tinyurl.com/8o4hgb
http://www.aryasoutletmuslim.blogspot.com
http://www.anekajilbabdelima.blogspot.com
Tlp/fax. 6221 30149536
Hp/sms. 08562132288
GTalk ahap234jamil@gmail.com
YM resiabiyasa@yahoo.co.id
Bekasi Trade Center Lt.1 B9/6


--------------------

Tuesday, December 22, 2009

Kunci Sukses




Alkisah pada suatu desa terdapat seorang kakek yang rajin beribadah, ia beranggapan bahwa semua doanya akan dikabulkan oleh Allah.

Suatu ketika tibalah hujan yang sangat lebat sehingga terjadilah banjir, seluruh penduduk pun mengungsi ke tempat yang lebih aman. Tapi anehnya si Kakek tersebut cuma diam seraya berdoa, “Ya Allah selamatkanlah hamba-Mu ini dari marabahaya banjir.” Waktu itu ada seseorang yang mengetahui bahwa si Kakek belum mengungsi kemudian datanglah sebuah perahu yang menawarkan agar si Kakek mau diajak untuk mengungsi bersamanya, tapi dia tetap tidak mau beranjak dari tempat tersebut. Dengan perasaan kecewa sang Pengemudi perahu pergi meninggalkan kakek sendirian.

Hujan semakin lebat volume air bertambah tinggi pula si Kakek masih berusaha naik kepohon kelapa, secara kebetulan Team SAR yang menyusuri wilayah tersebut dengan helikopter dengan maksud yang sama ia membujuknya agar mau di evakuasi. Namun, tawaran tersebut masih ditolak juga. Karena tidak mengindahkan ajakan Team SAR, si Kakek pun tenggelam terbawa arus banjir dan akhirnya meninggal dunia.

Tibalah kakek di akherat protes “Ya Allah mengapa Engkau tidak menolong hamba-Mu ini. Padahal saya ahli ibadah?”

Allah pun menjawab, “Apakah engkau lupa sudah ada seseorang yang datang mau menolong lewat perahu, tapi kamu tolak. Dan pertolongan yang kedua lewat helikopter, tapi masih kamu tolak juga. Dan itulah pertolanganKu yang terakhir.”

Dari kisah di atas dapat kita ambil sebuah pelajaran bahwa:
Allah akan memberi pertolongan hamba-Nya melalui berbagai macam cara.
Kita harus lebih peka menyikapi masalah dan mencari solusinya.


Mau sukses?? Ada beberapa hal yang perlu diingat: DUIT (bukan arti yang sebenarnya lho), tapi Doa, Usaha, Ikhlas dan Tawakal.

Doa
Kita wajib berdoa pada Allah dalam segala hal, alangkah sombongnya kita jika sebagai manusia lemah tidak mau berdo'a pada Allah di dunia ini tiada daya dan kekuatan selain dariNya.

Usaha
Berusaha dengan semaksimal mungkin semua masalah pasti dapat terselesaikan asalkan kita mau berusaha. Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum hingga kaum tersebut merubah nasibnya sendiri. Allah tidak akan menurunkan masalah melainkan sebatas kemampuan manusia.

Ikhlas
Dengan ikhlas kita niatkan segala perbuatan kita untuk mencari RihoNya.

Tawakal
Setelah ketiga hal tersebut kita lakukan yang terakhir tinggal menyerahkan segalanya pada Allah agar diberi jalan yang terbaik.

Semoga dengan artikel tersebut kita dapat menambah sedikit ilmu dan bisa mengamalkannya AMIN......

Oleh Bapak Markun Uun

Salam Sukses
Amas Hariska Alif Permana
http://www.tinyurl.com/8o4hgb
http://www.aryasoutletmuslim.blogspot.com
http://www.anekajilbabdelima.blogspot.com
Tlp/fax. 6221 30149536
Hp/sms. 08562132288
YM resiabiyasa@yahoo.co.id
Bekasi Trade Center Lt.1